Bagaimanakah Implementasi Ham Di Indonesia?

Stabil dalam emosi berarti bahwa seseorang memiliki perasaan yang tenang dan tidak mudah goyah, tidak cepat emosi atau naik darah, tidak cepat berprasangka buruk dan melakukan justifikasi terhadap orang lain, serta memiliki kepercayaan diri yang besar. Tanggung jawab seorang atasan tentu lebih besar dari bawahannya, maka sangat dibutuhkan mental yang kuat. Maka dari itu perlu bagi pemimpin untuk meningkatkan kualitas karakteristiknya.

Seorang pemimpin harus mengetahui kapan saatnya berbicara dan kapan harus mendengarkan orang lain. Ciri-ciri selanjutnya adalah memiliki strategi dalam bertindak dan menyusun segala perilaku dengan baik. Sehingga Anda bisa mengontrol dan mendisiplinkan semua tindakan dalam diri. Untuk menjadi seorang pemimpin, Anda harus memiliki lebih dari sekadar citra diri yang berintegritas — Anda harus memiliki keteguhan hati.

Dia akan mengilhami semua orang dengan motivasi dan keteladanan untuk mampu mencapai keunggulan, dan merangsang semua orang untuk berpikir positif dan bekerja efektif. Memperlihatkan kepercayaan diri dalam semua interaksi; memegang kendali; memiliki daya tahan; senantiasa berkomunikasi, memberi inpsirasi, dan memberdayakan para karyawan untuk terus berprestasi. Rasa empati terhadap masalah yang sedang dialami para karyawan merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Mencoba untuk mengerti kondisi bahawan tersebut merupakan bentuk rasa kepedulian pemimpin terhadap mereka. Kepemimpinan adalah perdagangan dunia, sedangkan melaksanakan kewajiban Syariat Islam adalah perdagangan akhirat. Maka para pemimpin muslim sekali-kali tidak boleh terlalu menyibukkan dirinya semata-mata untuk mencari keuntungan materi dengan meninggalkan keuntungan akhirat.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Bukan jenis pemimpin dengan mental tempe, selalu ragu-ragu dan serba lambat mengambil keputusan di antara sekian banyak pilihan yang memang mustahil sempurna. Pemimpin yang kredibilitasnya mumpuni, sejak semula diberi amanah siap mempertanggung jawabkan kegagalan tanpa mencari kambing belang. Pemimpin itu lebih suka mencari apa yang keliru untuk diperbaiki ketimbang mencari siapa yang patut disalahkan. Kredibilitas juga mengandung pengertian adanya ketenangan batin seorang pemimpin untuk memberikan reaksi yang tepat terutama dalam keadaan kritis. Selain itu juga kredibilitas menyangkut aspek kecakapan dan ketrampilan teknis memimpin. [newline]Bass juga menggarisbawahi pengaruh pengembangan moral dan private serta pelatihan dan pendidikan dalam kepemimpinan transformasional.

“Kita tentu telah memahami bahwa seorang pejabat eselon III dituntut memiliki kemampuan manajerial yang memadai, bukan hanya sekedar kemampuan teknis operasional. Oleh karena itu setiap tahapan manajemen harus dikuasai dan diimplementasikan dengan baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengendalian sampai dengan evaluasi,” ungkapnya. Sebagai seorang pemimpin tentu merupakan pusat dari suatu tim, sehingga enegi dari pemimpin akan mempengaruhi anggota timnya. Pemimpin yang baik adalah orang yamng memiliki energi positif sehingga ia mampu memimpin dan mengarahkan anggotanya dengan baik ke tujuan yang diinginkan. Pemimpin harus bisa membaca, memahami, dan membangun keterampilan karyawan dengan cara melibatkan mereka dalam setiap tugas. Dengan mendelegasikan kepada setiap karyawan, mereka mampu berkembang lebih baik dalam setiap peran di perusahaan serta karier pribadi.

Padahal sebenarnya, semua orang membutuhkan keberanian untuk mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Dan saat seseorang berani meminta maaf dengan tulus, kita dapat merasakan bahwa ia telah mendahulukan kejujuran serta kebenaran daripada egonya. Ketika seorang pemimpin berani meminta maaf, maka ia akan meningkatkan kepercayaan sertarespectorang lain terhadapnya.

Ohogx